<<<< SELAMAT DATANG DI BLOG PT.BESTPROFIT FUTURES CABANG BANDUNG >>>>

Jumat, 26 Februari 2021

Emas Turun 2,2 Persen ke Level Terendah


 PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit - Harga emas turun 2,2 persen ke level terendah dalam sepekan dipicu lonjakan imbal hasil treasury AS dan data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan di luar Amerika Serikat. Ini mengurangi permintaan untuk logam mulia emas .

 

Melansir laman CNBC, Jumat (26/2/2021), harga emas di pasar spot turun 1,8 persen menjadi USD 1.772,86 per ounce. Ini setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 19 Februari di USD 1.765,06. Adapun emas berjangka AS turun 1,3 persen menjadi USD 1.775.40.

 

 “Kami melihat imbal hasil obligasi bergerak lebih tinggi selama beberapa minggu terakhir dan sekali lagi telah menghilangkan angin sepoi-sepoi di pasar emas,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures. Best Profit

 

Memang, emas sering dicari sebagai lindung nilai terhadap inflasi, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi telah mengikis status tersebut karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan. 

 

Presiden Fed Kansas City Esther George, mengatakan kenaikan suku bunga riil baru-baru ini merupakan tanda meningkatnya optimisme tentang pemulihan ekonomi dan tidak memerlukan tanggapan dari Federal Reserve. Bestprofit

 

“Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah setidaknya merupakan penurunan jangka pendek untuk pasar logam mulia. Pedagang berjangka jangka pendek berbasis grafik sedang mengikuti pasar emas saat ini,” kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff dalam sebuah catatan.

 

Sementara itu, data menunjukkan lebih sedikit orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran pekan lalu.

 

Harga Logam Lainnya

Harga emas susut hampir 6 persen sepanjang tahun ini setelah membukukan tahun terbaiknya dalam satu dekade pada 2020. Penurunan harga emas karena kekhawatiran virus, suku bunga yang lebih rendah dan langkah-langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya. PT Best Profit

 

“Ada faktor pendukung lain untuk bermain emas (termasuk) prospek paket stimulus lain. Kami belum keluar dari masalah dalam hal pemulihan ekonomi dan The Fed tidak mungkin menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, "kata Meger High Ridge Futures.

 

Di sisi lain, selain harga emas, harga perak turun 1,9 persen menjadi USD 27,46 per ounce, dan platinum turun 3,5 persen menjadi USD 1.224,14. Palladium tergelincir 1,1 persen menjadi USD 2.408,98, setelah mencapai level tertinggi dalam hampir dua bulan.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, best profit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Kamis, 25 Februari 2021

Emas Turun Merosot Lebih dari 1 Persen


 PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit - Harga emas turun setelah merosot lebih dari 1 persen sebelumnya pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Hal ini didorong oleh komentar dovish dari Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

 

Dikutip dari CNBC, Kamis (25/1/2021), harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.800,27 per ounce, setelah turun sebanyak 1,2 persen di awal sesi. Harga emas berjangka AS turun 0,3 persen menjadi USD 1.800.

 

 “Meningkatnya imbal hasil obligasi terus membebani pasar emas. Emas belum menemukan jalan untuk pemulihan berkelanjutan bahkan dengan pembicaraan tentang langkah-langkah stimulus tambahan, ”kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, Chicago. PT Bestprofit

 

Imbal hasil Treasury 10-tahun AS menyentuh 1,4 persen untuk pertama kalinya sejak Februari 2020. Kenaikan imbal hasil cenderung merugikan daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang logam mulia. 

 

Powell pada hari Rabu menegaskan kembali bahwa suku bunga AS akan tetap rendah dan The Fed akan terus membeli obligasi untuk mendukung ekonomi AS. Dalam kesaksiannya di hadapan Senat AS pada hari Selasa, Powell mengatakan kebijakan moneter masih perlu akomodatif, dengan pemulihan ekonomi yang tidak merata dan jauh dari selesai. Best Profit

 

"Selama dua hari terakhir, Powell yang sangat dovish dan karenanya ramah risiko telah menyemangati pasar saham yang bearish untuk dolar AS dan dengan demikian telah memberi emas sedikit ruang untuk bernapas," kata Tai Wong, Seorang Pedagang di bank investasi BMO di New York.

 

Harga Logam Lain

Indeks dolar melayang mendekati level terendah lebih dari satu bulan terhadap mata uang pesaingnya. Investor terus mencermati perkembangan lebih dari USD 1,9 triliun paket stimulus Covid-19 AS, yang dapat berkontribusi pada pemulihan ekonomi yang cepat tetapi dengan risiko kenaikan inflasi. PT Best Profit

 

Berbeda dengan harga emas, harga perak naik 0,5 persen menjadi USD 27,75 per ounce, platinum naik 1,9 persen menjadi USD 1,260.26. Palladium melonjak 3,5 persen menjadi USD 2.433,91 per ounce, level tertinggi sejak 15 Januari.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, best profit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Rabu, 24 Februari 2021

Penguatan Dolar AS, Emas Turun Tipis


 PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit - Harga emas turun dalam perdagangan hari Selasa karena dolar pulih dari kerugian segera setelah komentar dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell, yang mengatakan pemulihan ekonomi tidak merata dan jauh dari selesai.

 

Dikutip dari CNBC, Rabu (24/2/2021), harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.803,62 per ounce pada 14:10. EST, setelah bergerak sebentar ke wilayah positif karena dolar merosot menyusul komentar Powell. Harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.805.90.

 

Powell mengatakan Fed mempertimbangkan untuk mengubah kebijakan yang diadopsi untuk membantu ekonomi kembali ke lapangan kerja penuh dan dia tidak mengharapkan inflasi naik ke tingkat yang mengganggu. "Ada sedikit ketidakstabilan di sekitar penampilan Senat Powell tetapi dia belum benar-benar mengatakan apa pun untuk mengguncang perahu," kata analis OANDA Craig Erlam.

 

"Terlepas dari volatilitas, kami belum melihat pergerakan arah yang signifikan dalam imbal hasil atau dolar, itulah mengapa emas hanya sedikit lebih rendah, cerminan dolar menjadi sedikit lebih tinggi," tambahnya. Indeks dolar merangkak kembali naik 0,2 persen, menjauh dari dekat level terendah enam minggu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Bestprofit

 

Tapi emas mungkin tidak berbalik arah untuk mendapatkan keuntungan secara substansial. "Sampai kita mendapatkan lonjakan nyata dalam ekspektasi inflasi atau Fed yang berbicara tentang pengendalian kurva imbal hasil," kata analis IG Market Kyle Rodda.

 

Kenaikan imbal hasil telah menantang daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi, karena meningkatkan biaya peluang dalam memegang emas. Harga emas melonjak 1,5 persen pada hari Senin karena prospek kenaikan inflasi memicu kekhawatiran penilaian ekuitas dan mendorong investor menuju logam safe-haven.

 

Ramalan Morgan Stanley: Harga Emas di Bawah USD 1.800 Hingga Akhir Tahun

Morgan Stanley memprediksi harga emas bakal berada di bawah USD 1.800 per ons hingga akhir 2021. Prospek ini didasarkan pada harga emas yang diperdagangkan sekitar USD 1.850 per ons dan support USD 1.800 per ons. PT Bestprofit

 

Kepala Strategi Lintas Aset untuk Morgan Stanley Andrew Sheets mengatakan dalam sebuah laporan, meskipun inflasi diperkirakan akan naik pada 2021, hal itu tidak akan cukup untuk mengangkat harga emas. Lanjutnya, inflasi yang lemah ditambah dengan prospek ekonomi yang membaik, akan terus membebani harga emas.

 

"Momentum harganya buruk, artinya komoditas yang sering turun cenderung terus turun. Dan data ekonomi saat ini, yang membaik, sering kali berarti emas berkinerja buruk di aset lainnya," katanya. Harga emas tengah "berjuang" untuk naik dengan adanya ekspektasi pertumbuhan ekonomi optimis yang mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi.

 

Imbal hasil obligasi 10 tahun saat ini diperdagangkan pada 1,2 persen, tertinggi dalam periode hampir satu tahun. Analis mencatat, kenaikan imbal hasil nominal menyebabkan imbal hasil riil juga jadi lebih tinggi. Hal ini meningkatkan biaya peluang emas sebagai aset non-imbal hasil. Morgan Stanley sendiri optimis akan ekonomi AS karena prediksi adanya kenaikan aktivitas konsumen pada paruh kedua tahun ini. PT Best Profit

 

Ekonomi AS

Dalam laporan terpisah, kepala ekonom Morgan Stanley Chetan Ahya mencatat, resesi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 telah merugikan pendapatan rumah tangga AS sebesar USD 400 miliar. Namun, disebutkan mereka juga telah menerima transfer lebih dari USD 1 triliun.

 

"Rumah tangga telah mengakumulasi kelebihan simpanan sebesar USD 1,5 triliun, yang diperkirakan akan meningkat menjadi USS 2 triliun (9,5 persen dari PDB) pada awal Maret setelah paket fiskal tambahan diberlakukan," kata Ahya dalam laporan tersebut.

 

"Kami berpendapat kebijakan ini menghindari efek pandemi secara signifikan. Selain itu, dampak guncangan eksogen kemungkinan akan memudar, dan kami memperkirakan lonjakan permintaan saat ekonomi dibuka kembali musim semi ini," tuturnya.

 

Morgan Stanley juga memprediksi ekonomi AS tumbuh 6,5 persen tahun ini, diikuti oleh pertumbuhan 5 persen pada 2022.

 

"Perkiraan ini menyiratkan bahwa PDB AS akan meningkat di atas batas sebelum Covid-19 setelah kuartal 3 2021 dan akan lebih tinggi pada tahun 2022 daripada yang kami perkirakan jika tidak ada pandemi. Itu hasil yang sangat luar biasa," katanya.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, best profit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Selasa, 23 Februari 2021

Emas Naik Lebih dari 1,5 Persen


 PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit - Harga emas naik lebih dari 1,5 persen pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga emas karena ekspektasi kenaikan inflasi mendorong investor mengoleksi instrumen safe haven seperti emas.

 

Sementara nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lain juga melemah sehingga memberikan dukungan lebih lanjut kepada harga emas. Mengutip CNBC, Selasa (23/2/2021), harga emas di pasar spot naik 1,5 persen menjadi USD 1.808,16 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 16 Februari dalam sesi tersebut.

 

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 1,7 persen menjadi USD 1.808.40 per ounce. "Kami melihat investasi mengalir ke emas karena pelaku pasar semakin cemas tentang kenaikan suku bunga riil yang dapat memengaruhi penilaian ekuitas," kata analis komoditas TD Securities Daniel Ghali.

 

Imbal hasil obligasi AS berjangka waktu 10 tahun mencapai level tertinggi hampir satu tahun, memberikan tantangan kepada emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Namun, meningkatnya imbal hasil riil dan kekhawatiran inflasi membuat bursa saham waspada sehingga mendorong investor menuju aset safe-haven seperti emas, yang dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Best Profit

 

“Nilai tukar dolar AS juga melemah dan itu mendukung harga emas. Juga, alasan sebenarnya dari kenaikan harga emas dalam jangka panjang adalah kemungkinan meningkatnya inflasi, ”kata analis Commerzbank Eugen Weinberg. Indeks dolar AS turun 0,4 persen ke level terendah lebih dari satu bulan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

 

Ramalan Morgan Stanley: Harga Emas di Bawah USD 1.800 Hingga Akhir Tahun

Sebelumnya, Morgan Stanley memprediksi harga emas bakal berada di bawah USD 1.800 per ons hingga akhir 2021. Prospek ini didasarkan pada harga emas yang diperdagangkan sekitar USD 1.850 per ons dan support USD 1.800 per ons. Kepala Strategi Lintas Aset untuk Morgan Stanley Andrew Sheets mengatakan dalam sebuah laporan, meskipun inflasi diperkirakan akan naik pada 2021, hal itu tidak akan cukup untuk mengangkat harga emas.

 

"Ekonom Morgan Stanley memperkirakan inflasi AS akan naik sedikit di atas 2 persen selama dua tahun ke depan. Jadi emas bukan jenis skenario pelarian untuk inflasi yang paling cocok," katanya, mengutip laman Kitco, Senin (22/2/2021). Lanjutnya, inflasi yang lemah ditambah dengan prospek ekonomi yang membaik, akan terus membebani harga emas. Bestprofit

 

"Momentum harganya buruk, artinya komoditas yang sering turun cenderung terus turun. Dan data ekonomi saat ini, yang membaik, sering kali berarti emas berkinerja buruk di aset lainnya," katanya. Harga emas tengah "berjuang" untuk naik dengan adanya ekspektasi pertumbuhan ekonomi optimis yang mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi.

 

Imbal hasil obligasi 10 tahun saat ini diperdagangkan pada 1,2 persen, tertinggi dalam periode hampir satu tahun. Analis mencatat, kenaikan imbal hasil nominal menyebabkan imbal hasil riil juga jadi lebih tinggi. Hal ini meningkatkan biaya peluang emas sebagai aset non-imbal hasil. Morgan Stanley sendiri optimis akan ekonomi AS karena prediksi adanya kenaikan aktivitas konsumen pada paruh kedua tahun ini.

 

Ekonomi AS

Dalam laporan terpisah, kepala ekonom Morgan Stanley Chetan Ahya mencatat, resesi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 telah merugikan pendapatan rumah tangga AS sebesar USD 400 miliar. Namun, disebutkan mereka juga telah menerima transfer lebih dari USD 1 triliun. PT Best Profit

 

"Rumah tangga telah mengakumulasi kelebihan simpanan sebesar USD 1,5 triliun, yang diperkirakan akan meningkat menjadi USS 2 triliun (9,5 persen dari PDB) pada awal Maret setelah paket fiskal tambahan diberlakukan," kata Ahya dalam laporan tersebut.

 

"Kami berpendapat kebijakan ini menghindari efek pandemi secara signifikan. Selain itu, dampak guncangan eksogen kemungkinan akan memudar, dan kami memperkirakan lonjakan permintaan saat ekonomi dibuka kembali musim semi ini," tuturnya.

 

Morgan Stanley juga memprediksi ekonomi AS tumbuh 6,5 persen tahun ini, diikuti oleh pertumbuhan 5 persen pada 2022. "Perkiraan ini menyiratkan bahwa PDB AS akan meningkat di atas batas sebelum Covid-19 setelah kuartal 3 2021 dan akan lebih tinggi pada tahun 2022 daripada yang kami perkirakan jika tidak ada pandemi. Itu hasil yang sangat luar biasa," katanya.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, best profit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Senin, 22 Februari 2021

Emas Diprediksi di Bawah USD 1.800


 PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit - Morgan Stanley memprediksi harga emas bakal berada di bawah USD 1.800 per ons hingga akhir 2021. Prospek ini didasarkan pada harga emas yang diperdagangkan sekitar USD 1.850 per ons dan support USD 1.800 per ons.

 

Kepala Strategi Lintas Aset untuk Morgan Stanley Andrew Sheets mengatakan dalam sebuah laporan, meskipun inflasi diperkirakan akan naik pada 2021, hal itu tidak akan cukup untuk mengangkat harga emas.

 

"Ekonom Morgan Stanley memperkirakan inflasi AS akan naik sedikit di atas 2 persen selama dua tahun ke depan. Jadi emas bukan jenis skenario pelarian untuk inflasi yang paling cocok," katanya, mengutip laman Kitco, Senin (22/2/2021).

 

Lanjutnya, inflasi yang lemah ditambah dengan prospek ekonomi yang membaik, akan terus membebani harga emas.  "Momentum harganya buruk, artinya komoditas yang sering turun cenderung terus turun. Dan data ekonomi saat ini, yang membaik, sering kali berarti emas berkinerja buruk di aset lainnya," katanya. PT Bestprofit

 

Harga emas tengah "berjuang" untuk naik dengan adanya ekspektasi pertumbuhan ekonomi optimis yang mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi. Imbal hasil obligasi 10 tahun saat ini diperdagangkan pada 1,2 persen, tertinggi dalam periode hampir satu tahun.

 

Analis mencatat, kenaikan imbal hasil nominal menyebabkan imbal hasil riil juga jadi lebih tinggi. Hal ini meningkatkan biaya peluang emas sebagai aset non-imbal hasil. Morgan Stanley sendiri optimis akan ekonomi AS karena prediksi adanya kenaikan aktivitas konsumen pada paruh kedua tahun ini.

 

Ekonomi AS

Dalam laporan terpisah, kepala ekonom Morgan Stanley Chetan Ahya mencatat, resesi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 telah merugikan pendapatan rumah tangga AS sebesar USD 400 miliar. Namun, disebutkan mereka juga telah menerima transfer lebih dari USD 1 triliun. Best Profit

 

"Rumah tangga telah mengakumulasi kelebihan simpanan sebesar USD 1,5 triliun, yang diperkirakan akan meningkat menjadi USS 2 triliun (9,5 persen dari PDB) pada awal Maret setelah paket fiskal tambahan diberlakukan," kata Ahya dalam laporan tersebut.

 

"Kami berpendapat kebijakan ini menghindari efek pandemi secara signifikan. Selain itu, dampak guncangan eksogen kemungkinan akan memudar, dan kami memperkirakan lonjakan permintaan saat ekonomi dibuka kembali musim semi ini," tuturnya. PT Best Profit

 

Morgan Stanley juga memprediksi ekonomi AS tumbuh 6,5 persen tahun ini, diikuti oleh pertumbuhan 5 persen pada 2022.

 

"Perkiraan ini menyiratkan bahwa PDB AS akan meningkat di atas batas sebelum Covid-19 setelah kuartal 3 2021 dan akan lebih tinggi pada tahun 2022 daripada yang kami perkirakan jika tidak ada pandemi. Itu hasil yang sangat luar biasa," katanya.

 

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, best profit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Jumat, 19 Februari 2021

Emas Anjlok, Hampir Sentuh Posisi Terendah


 PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit - Harga emas turun hampir menyentuh posisi terendah dalam 11 minggu dalam perdagangan Kamis. Hal ini dipicu oleh optimisme investor untuk pemulihan ekonomi global meningkatkan imbal hasil Treasury AS dan membuat investasi logam mulia kurang menarik.

 

Dikutip dari CNBC, Jumat (19/2/2021), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.774.21 per ounce, mendekati level terendah sejak 30 November 2020 di USD 1.767,20. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,1 persen pada USD 1.775.

 

Bank Sentra Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve AS (The Fed) pada Rabu menegaskan kembali janjinya untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol sampai inflasi dan lapangan kerja meningkat. Reaksi emas terhadap peningkatan tak terduga data pengangguran mingguan pada hari Kamis juga relatif teredam, dengan imbal hasil Treasury AS naik di tengah tanda-tanda kenaikan ekonomi.

 

Hasil yang lebih tinggi telah mengikis daya tarik terhadap emas sebagai lindung nilai inflasi akhir-akhir ini, karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan hasil. Di sisi teknis, penurunan rata-rata pergerakan harga emas 50 hari di bawah rata-rata pergerakan 200 hari dapat menyebabkan lebih banyak penjualan, kata analis. Platinum, logam katalis otomatis naik 1,1 persen menjadi USD 1.266.71 per ounce. Bestprofit

 

"Selama data seperti penjualan dan produksi mobil terus positif, itu akan membantu pesan bahwa platinum harus menjadi salah satu pemenang dari penguatan siklus industri," kata analis independen Robin Bhar. Di tempat lain, paladium turun 0,7 persen menjadi USD 2.355,55 dan perak turun 1,2 persen menjadi USD 27,01.

 

Harga Emas Terhempas ke Level Terendah Lebih dari 2 Bulan

Harga emas kembali kehilangan kemilaunya, dengan merosot ke level terendah dalam lebih dari 2 bulan. Penurunan harga emas dipicu taruhan jika pemulihan ekonomi bisa kembali mendongkrak Dolar dan patokan imbal hasil Treasury AS.

 

Tercatat, harga emas di pasar spot turun 1,2 persen menjadi USD 1.773,72 per ounce, setelah mencapai level terendah sejak 30 November di posisi USD 1.768,60 sebelumnya. Harga emas berjangka AS turun 1,5 persen menjadi USD 1.772,80. PT Bestprofit

 

“Ekonomi AS diperkirakan akan pulih perlahan,” kata Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger, melansir CNBC, Kamis (18/2/2021). Dia mengatakan jika, keyakinan perlawanan melawan virus Corona Covid-19 ditunjukkan dengan Dolar yang sedikit menguat dan dalam imbal hasil 10 tahun, yang naik ke level tertinggi sejak Februari 2020.

 

Meningkatnya optimisme untuk rencana stimulus AS senilai USD 1,9 triliun dan ekspektasi inflasi yang meningkat mendorong benchmark imbal hasil obligasi. Kemudian pada gilirannya mengangkat Dolar AS ke posisi puncak lebih dari satu minggu. Ukuran inflasi yang diharapkan, berada pada level tertinggi sejak Agustus 2014 di 2,2 persen.

 

Sementara emas dianggap sebagai lindung tengah tertantang kondisi nilai inflasi yang kemungkinan didorong stimulus yang lebih besar, di mana imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan peluang terhadap logam mulia yang tidak memberikan hasil. PT Best Profit

 

"Tapi emas bisa kembali disukai begitu mata uang lain mulai mengungguli dolar akhir tahun ini," kata Analis OANDA Craig Erlam. Adapun harga logam lainnya, seperti platina turun 1,1 persen menjadi USD 1.247,85 per ounce, jauh di bawah posisi tertinggi di Selasa USD 1.336,50, puncaknya sejak September 2014.

 

Sementara harga Palladium turun 0,4 persen menjadi USD 2.372,62, sementara perak naik 0,1 persen lebih tinggi menjadi USD 27,26.

 

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, best profit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Kamis, 18 Februari 2021

Emas ke Level Terendah Lebih dari 2 Bulan


 PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit - Harga emas kembali kehilangan kemilaunya, dengan merosot ke level terendah dalam lebih dari 2 bulan.

 

Penurunan harga emas dipicu taruhan jika pemulihan ekonomi bisa kembali mendongkrak Dolar dan patokan imbal hasil Treasury AS. Tercatat, harga emas di pasar spot turun 1,2 persen menjadi USD 1.773,72 per ounce, setelah mencapai level terendah sejak 30 November di posisi USD 1.768,60 sebelumnya.

 

Harga emas berjangka AS turun 1,5 persen menjadi USD 1.772,80.  “Ekonomi AS diperkirakan akan pulih perlahan,” kata Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger, melansir CNBC, Kamis (18/2/2021). Best Profit

 

Dia mengatakan jika, keyakinan perlawanan melawan virus Corona Covid-19 ditunjukkan dengan Dolar yang sedikit menguat dan dalam imbal hasil 10 tahun, yang naik ke level tertinggi sejak Februari 2020.

 

Meningkatnya optimisme untuk rencana stimulus AS senilai USD 1,9 triliun dan ekspektasi inflasi yang meningkat mendorong benchmark imbal hasil obligasi. Kemudian pada gilirannya mengangkat Dolar AS ke posisi puncak lebih dari satu minggu. Ukuran inflasi yang diharapkan, berada pada level tertinggi sejak Agustus 2014 di 2,2 persen. Bestprofit

 

Inflasi

Sementara emas dianggap sebagai lindung tengah tertantang kondisi nilai inflasi yang kemungkinan didorong stimulus yang lebih besar, di mana imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan peluang terhadap logam mulia yang tidak memberikan hasil.

 

"Tapi emas bisa kembali disukai begitu mata uang lain mulai mengungguli dolar akhir tahun ini," kata Analis OANDA Craig Erlam. Adapun harga logam lainnya, seperti platina turun 1,1 persen menjadi USD 1.247,85 per ounce, jauh di bawah posisi tertinggi di Selasa USD 1.336,50, puncaknya sejak September 2014. PT Best Profit

 

Sementara harga Palladium turun 0,4 persen menjadi USD 2.372,62, sementara perak naik 0,1 persen lebih tinggi menjadi USD 27,26.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, best profit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Rabu, 17 Februari 2021

Harga Emas Ditutup Turun 1,7 persen


 PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit - Harga emas turun 1,7 persen pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Harga ini jatuh ke level terendah dalam lebih dari sepekan. Penyebab pelemahan harga emas ini adalah kenaikan imbal hasil surat utang AS.

 

Sementara harga platinum berombak setelah reli yang mampu membawa harga logam mulia ini ke level tertinggi dalam lebih dari 6 tahun. Mengutip CNBC, Rabu (17/2/2021), harga emas di pasar spot turun 1,2 persen menjadi USD 1.796,50 per ounce, setelah menyentuh level terendah sejak 4 Februari. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 1,3 persen menjadi USD 1.799 per ounce.

 

Analis TD Securities Daniel Ghali menjelaskan, harga emas terbebani karena karena naiknya imbal hasil dari surat utang AS berjangka 10 tahun. Dengan kenaikan tersebut, investor lebih memilih untuk mengoleksi surat utang dibandingkan emas.

 

Selain itu, pelemahan harga emas juga tertekan oleh kenaikan harga saham yang mencapai rekor tertinggi karena optimisme paket stimulus bantuan Corona senilai USD 1,9 triliun. Sementara itu, harga platinum turun 1,6 persen menjadi USD 1.281.80 per ounce setelah menyentuh level tertinggi sejak September 2014. PT Bestprofit

 

Ghali menjelaskan, penurunan harga platinum ini disebabkan aksi ambil untung setelah reli didorong oleh spekulasi atas potensi permintaan yang meningkat sebagai akibat dari teknologi yang lebih hijau.

 

Harga platinum yang menjadi logam yang digunakan pada konverter katalitik mobil untuk membatasi emisi gas buang ini telah naik lebih dari 20 persen tahun ini. Kenaikan ini terjadi di tengah harapan akan pemulihan pasar mobil dan dorongan untuk energi yang lebih bersih.

 

Bersaing dengan Bitcoin, Harga Emas Diperkirakan Tertekan Sepanjang Pekan

Sebelumnya, aset emas harus bertarung dengan instrumen safe haven lain di pekan ini. Harga emas akan mendapatkan sentimen beragam pada perdagangan pekan ini. Mengutip Kitco, Senin (15/2/2021), para analis di Wall Street dan investor ritel memiliki arah prediksi yang bertolakbelakang. Best Profit

 

Analis di Wall Street memperkirakan harga emas akan melanjutkan pelemahan setelah gagal menembus level resisten di USD 1.850 per ounce. Sedangkan investor ritel memperkirakan harga emas akan bullish setelah jatuh ke level terendah dalam tiga bulan.

 

Banyak analis di Wall Street memperkirakan harga emas akan tetap di bawah tekanan dalam waktu dekat karena investor fokus pada lonjakan momentum di pasar saham. Pada saat yang sama, analis mengatakan bahwa banyak investor mengalihkan investasinya ke bitcoin, yang diperdagangkan pada rekor tertinggi sebagai lindung nilai baru yang berpotensi melawan inflasi.

 

"Dengan kepercayaan investor yang tinggi saat ini, tidak banyak permintaan untuk tempat berlindung yang defensif," kata kepala analis SIA Wealth Management, Colin Cieszynski. "Selain itu, pelaku pasar akan mencari alternatif untuk dolar AS dan lebih fokus pada Bitcoin dan cryptocurrency lain dibanding logam mulia." tambah dia. PT Best Profit

 

Pekan ini, 14 analis berpartisipasi dalam survei Kitco. Sebanyak 10 analis atau 71 persen memperkirakan harga emas turun minggu ini. Sementara itu, analis yang bullish dan netral mendapat suara sama yaitu masing-masing 14 persen.

 

Sedangkan investor ritel yang ikut dalam survei online mencapai 1.257 suara. Di antara mereka, 644 suara atau 51 persen mengatakan harga emas akan bullish. Sedangkan 350 investor lainnya atau 28 persen mengatakan harga emas akan bearish. Sementara 263 pemilih atau 2i persen netral.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, best profit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Selasa, 16 Februari 2021

Emas Turun Imbal hasil Treasury AS


 PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Besprofit - Harga emas turun pada hari Senin setelah imbal hasil Treasury AS melonjak ke level tertinggi dalam hampir 11 bulan di sesi sebelumnya.

 

Dikutip dari CNBC, Selasa (16/2/2021), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1,821.84 per ounce pada 0041 GMT. Emas berjangka AS tergelincir 0,1 persen menjadi USD 1,822.30. Tolok ukur imbal hasil Treasury AS naik ke level tertinggi sejak Maret pada hari Jumat.

 

Sementara ekspektasi inflasi naik ke level tertinggi enam tahun. Inflasi yang lebih tinggi meningkatkan emas tetapi juga mengangkat imbal hasil Treasury, yang pada gilirannya meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan.

 

Presiden AS Joe Biden mendorong pencapaian legislatif besar pertama dari masa jabatannya pada hari Jumat, beralih ke kelompok bipartisan pejabat lokal untuk membantu rencana bantuan virus korona senilai USD 1,9 triliun. Best Profit

 

Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada hari Jumat mendesak para pemimpin keuangan G7 untuk menambah stimulus fiskal untuk pulih dari pandemi COVID-19. Permintaan emas fisik menurun minggu lalu di India karena volatilitas harga domestik.

 

Hedge fund dan pengelola uang menaikkan posisi bullish mereka dalam harga emas COMEX dan memotongnya dalam kontrak perak dalam seminggu hingga 9 Februari, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengatakan pada hari Jumat.

 

Bersaing dengan Bitcoin, Harga Emas Diperkirakan Tertekan Sepanjang Pekan

Aset emas harus bertarung dengan instrumen safe haven lain di pekan ini. Harga emas akan mendapatkan sentimen beragam pada perdagangan pekan ini. Mengutip Kitco, Senin (15/2/2021), para analis di Wall Street dan investor ritel memiliki arah prediksi yang bertolakbelakang. Bestprofit

 

Analis di Wall Street memperkirakan harga emas akan melanjutkan pelemahan setelah gagal menembus level resisten di USD 1.850 per ounce. Sedangkan investor ritel memperkirakan harga emas akan bullish setelah jatuh ke level terendah dalam tiga bulan.

 

Banyak analis di Wall Street memperkirakan harga emas akan tetap di bawah tekanan dalam waktu dekat karena investor fokus pada lonjakan momentum di pasar saham. Pada saat yang sama, analis mengatakan bahwa banyak investor mengalihkan investasinya ke bitcoin, yang diperdagangkan pada rekor tertinggi sebagai lindung nilai baru yang berpotensi melawan inflasi.

 

"Dengan kepercayaan investor yang tinggi saat ini, tidak banyak permintaan untuk tempat berlindung yang defensif," kata kepala analis SIA Wealth Management, Colin Cieszynski. "Selain itu, pelaku pasar akan mencari alternatif untuk dolar AS dan lebih fokus pada Bitcoin dan cryptocurrency lain dibanding logam mulia." tambah dia.  PT Best Profit


 

Pekan ini, 14 analis berpartisipasi dalam survei Kitco. Sebanyak 10 analis atau 71 persen memperkirakan harga emas turun minggu ini. Sementara itu, analis yang bullish dan netral mendapat suara sama yaitu masing-masing 14 persen.

 

Sedangkan investor ritel yang ikut dalam survei online mencapai 1.257 suara. Di antara mereka, 644 suara atau 51 persen mengatakan harga emas akan bullish. Sedangkan 350 investor lainnya atau 28 persen mengatakan harga emas akan bearish. Sementara 263 pemilih atau 2i persen netral.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, best profit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...