<<<< SELAMAT DATANG DI BLOG PT.BESTPROFIT FUTURES CABANG BANDUNG >>>>

Kamis, 24 November 2022

Harga Emas Melonjak Usai The Fed

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit – Harga emas memperpanjang penguatan pada perdagangan hari Rabu. Kenaikan harga emas hari ini terjadi karena risalah pertemuan Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) menunjukkan bahwa mayoritas anggota memilih untuk memperlambat kenaikan suku bunga.

 

Mengutip CNBC, Kamis (24/11/2022), harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi USD 1.750,38 per ons, sementara harga emas berjangka AS menetap 0,6 persen lebih tinggi pada level USD 1.750,90 per ons.

 

"Harga emas terus melonjak dalam sebuah reli setelah risalah Fed tidak mengandung kejutan hawkish, dan hampir dipastikan laju kenaikan akan turun menjadi 50 bps pada bulan Desember," kata pedagang senior Heraeus Precious Metals New York, Tai Wong.

 

"Pelaku pasar keuangan yakin Fed melakukan pengetatan berlebihan sehingga menafsirkan risalah bahwa yang keputusan the Fed tidak akan mengandung kejutan nyata mengingat komentar Fed dalam dua minggu terakhir." tambah dia.

 

Dalam risalah rapat Fed pada 1-2 November tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan suku bunga yang lebih lambat akan lebih baik dan memungkinkan Komite Pasar Terbuka Federal Reserve untuk menilai kembali kebijakan menuju sasaran lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga.

 

“Mengetahui bahwa kenaikan suku bunga dengan level tersebut sudah diperhitungkan di pasar, saya akan mengatakan tidak ada lagi awan gelap kenaikan suku bunga yang membayangi pasar emas,” kata Direktur Perdagangan Logam Mulia High Ridge Future, David Meger.

 

Kenaikan suku bunga the Fed yang terlalu tinggi akan meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

 

Selain itu, mendorong kenaikan harga emas adalah pelemahan dolar AS. Pelemahan nilai tukar dolar AS ini membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang asing, sementara imbal hasil treasury AS juga lebih rendah pada perdagangan hari Rabu.

 

Selain itu, aktivitas bisnis AS mengalami kontraksi selama lima bulan berturut-turut di bulan November, dengan ukuran pesanan baru turun ke level terendah dalam 2,5 tahun karena suku bunga yang lebih tinggi memperlambat permintaan.

 

Harga Emas Diprediksi Naik Pekan Ini, Bisa Kembali ke USD 1.800 per Ounce

Harga emas masih belum memperlihatkan arah yang jelas pada pekan ini. Namun sebagian besar analis dan pelaku pasar melihat bahwa harga emas akan bergerak menguat tipis di pekan ini.

 

Pada pekan lalu, harga emas mampu menguat tetapi masih belum tinggi. Harga emas masih bertahan di sekitar level USD 1.750 per ounce.

 

Beberapa analis mencatat ada kecenderungan harga emas akan bullish pada pekan ini. Harga emas menuju konsolidasi yang sehat setelah mengalami kenaikan kurang lebih 11 persen dalam tiga pekan terkahir.

 

Dalam konsilidasi ini, harga emas kemungkinan besar akan didorong ke level USD 1.800 per ounce. Dengan begitu, selama November ini harga emas bisa terus membukukan kenaikan.

 

Co-director of commercial hedging Walsh Trading Sean Lusk menjelaskan, harga emas berlu berjuang lebih kuat pada minggu ini karena ia melihat Bank Sentral AS atau Federal Reserve terus memberi sinyal akan melanjutkan kenaikan suku bunga yang agresif.

 

"Pada akhirnya, inflasi tetap tinggi, sehingga Federal Reserve belum selesai menaikkan suku bunga," ujarnya dikutip dari Kitco, Senin (21/11/2022).

 

Namun, Lusk menambahkan, investor harus terus memperhatikan prospek jangka panjang. Emas dan perak akan terlihat menarik karena kenaikan suku bunga mendorong ekonomi AS ke dalam resesi.

 

"Saya melihat bisa membeli emas pada penurunan atau koreksi saat ini, tetapi tidak secara agresif, karena kita tidak tahu apa yang akan dilakukan Fed," katanya.

 

"Investor harus bertanya pada diri sendiri, dengan datangnya resesi, apakah Anda ingin memegang ekuitas atau aset safe haven seperti emas." tambah dia.

 

Kepala analis Blue Line Futures Phillip Streible memperkirakan harga emas akan bearish dalam waktu dekat ini.Tetapi ia memastikan akan tetap membeli emas jika harga lebih rendah.

 

"Saya pikir Anda hanya perlu bersabar," katanya. "Tugas The Fed belum selesai."

 

Streible mencatat bahwa kurva imbal hasil terbalik antara catatan dua tahun dan 10 tahun terus melebar, menandakan bahwa ekonomi AS berpotensi menuju resesi yang parah dan berkepanjangan.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

 

Rabu, 23 November 2022

Harga Emas stabil karena Penurunan Dolar AS


 

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit – Harga emas pada hari Selasa stabil karena penurunan dolar AS dan benchmark imbal hasil Treasury AS diimbangi oleh kenaikan ekuitas. Sementara investor menunggu isyarat pada jalur kebijakan moneter Federal Reserve AS.

 

Dilansir dari CNBC, Rabu (23/11/2022), harga emas di pasar spot naik 0,1 persen pada USD 1.740,29 per ounce. Sementara emas berjangka AS ditutup naik 0,1 persen pada USD 1.740,90. “Saya pikir logam bekerja keluar dari ini dan terus bergerak lebih tinggi. Tapi saat ini korelasi langsung dengan suku bunga,” kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

 

Kota-kota besar di China memperketat pembatasan COVID-19 karena kasus virus melonjak di konsumen logam terbesar di dunia. Ekuitas global naik karena indeks utama Wall Street naik di tengah meredanya kekhawatiran musim liburan yang membosankan bagi pengecer. Imbal hasil Treasury AS mereda dan dolar AS juga tergelincir, sementara investor menunggu petunjuk dari risalah Fed yang akan dirilis besok.

 

Suku Bunga The Fed

"Emas mendapat sedikit dorongan dari dolar AS yang lebih lemah tetapi tampaknya memudar dengan cepat," kata Edward Moya, analis senior OANDA, dalam sebuah catatan.

 

"The Fed kemungkinan akan tetap berpegang pada skrip hawkish untuk sementara waktu dan kecuali kita melihat peningkatan besar dengan situasi COVID China, emas harus berjuang untuk mengumpulkan reli yang berarti," tambahnya.

 

Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan pada hari Senin bahwa bank sentral dapat menurunkan kenaikan suku bunga yang lebih kecil mulai bulan depan, sementara Presiden Fed San Francisco Mary Daly menyatakan tingkat kebijakan "cukup membatasi" dengan "lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan."

 

Harga Emas Diprediksi Naik Pekan Ini, Bisa Kembali ke USD 1.800 per Ounce

Harga emas masih belum memperlihatkan arah yang jelas pada pekan ini. Namun sebagian besar analis dan pelaku pasar melihat bahwa harga emas akan bergerak menguat tipis di pekan ini.

 

Pada pekan lalu, harga emas mampu menguat tetapi masih belum tinggi. Harga emas masih bertahan di sekitar level USD 1.750 per ounce. Beberapa analis mencatat ada kecenderungan harga emas akan bullish pada pekan ini. Harga emas menuju konsolidasi yang sehat setelah mengalami kenaikan kurang lebih 11 persen dalam tiga pekan terkahir.

 

Dalam konsilidasi ini, harga emas kemungkinan besar akan didorong ke level USD 1.800 per ounce. Dengan begitu, selama November ini harga emas bisa terus membukukan kenaikan.

 

Co-director of commercial hedging Walsh Trading Sean Lusk menjelaskan, harga emas berlu berjuang lebih kuat pada minggu ini karena ia melihat Bank Sentral AS atau Federal Reserve terus memberi sinyal akan melanjutkan kenaikan suku bunga yang agresif.

 

"Pada akhirnya, inflasi tetap tinggi, sehingga Federal Reserve belum selesai menaikkan suku bunga," ujarnya dikutip dari Kitco, Senin (21/11/2022). Namun, Lusk menambahkan, investor harus terus memperhatikan prospek jangka panjang. Emas dan perak akan terlihat menarik karena kenaikan suku bunga mendorong ekonomi AS ke dalam resesi.

 

"Saya melihat bisa membeli emas pada penurunan atau koreksi saat ini, tetapi tidak secara agresif, karena kita tidak tahu apa yang akan dilakukan Fed," katanya.

 

"Investor harus bertanya pada diri sendiri, dengan datangnya resesi, apakah Anda ingin memegang ekuitas atau aset safe haven seperti emas." tambah dia.

 

Kepala analis Blue Line Futures Phillip Streible memperkirakan harga emas akan bearish dalam waktu dekat ini.Tetapi ia memastikan akan tetap membeli emas jika harga lebih rendah.

 

"Saya pikir Anda hanya perlu bersabar," katanya. "Tugas The Fed belum selesai."

 

Streible mencatat bahwa kurva imbal hasil terbalik antara catatan dua tahun dan 10 tahun terus melebar, menandakan bahwa ekonomi AS berpotensi menuju resesi yang parah dan berkepanjangan.

 

Survei

Minggu ini, sebanyak 20 analis Wall Street berpartisipasi dalam Survei Emas Berita Kitco. Di antara peserta, delapan analis, atau 40 persen menyerukan kenaikan harga emas minggu ini. Pada saat yang sama, tujuh analis, atau 35 persen, bersikap bearish terhadap harga emas dalam waktu dekat. Sedangkan lima analis, atau 25 persen, bersikap netral terhadap harga emas.

 

Sementara itu, 495 suara diberikan dalam jajak pendapat online di Main Street. Dari jumlah tersebut, 221 responden atau 45 persen memperkirakan emas akan naik minggu ini. Sedangkan 177 lainnya, atau 36 persen, mengatakan harga emas akan lebih rendah. Sementara 97 pemilih, atau 20 persen, netral dalam waktu dekat.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Selasa, 22 November 2022

Emas Tergelincir 1 Persen karena Dolar AS


 

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit – harga emas merosot ke level terendah dalam lebih dari 1 minggu pada perdagangan Senin. Pelemahan harga emas ini lebih dari 1 persen karena dolar AS memperpanjang kenaikan.

 

Sementara, perhatian investor saat ini tengah berada pada hasil rapat Bank Sentral AS di pekan yang cukup singkat karena ada hari libur di AS ini.

 

Mengutip CNBC, Selasa (22/11/2022), harga emas di pasar Spot turun 0,7 persen menjadi USD 1.738,40 per ounce pada pukul 13.36 ET, setelah sebelumnya mencapai level terendah sejak 10 November di USD 1.731,40 per ounce.

 

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,8 persen menjadi USD 1.739,6 per ounce.

 

"Secara keseluruhan, lingkungan makro masih melihat pada suku bunga lebih tinggi yang berdampak negatif pada logam mulia karena bank sentral terus berupaya menaikkan suku bunga," kata Presiden TIAA Bank Chris Gaffney.

 

Nilai tukar dolar AS naik 0,9 persen, membebani logam mulia terutama emas karena membuat mahal lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.

 

Risalah pertemuan The Fed bulan November dijadwalkan akan dirilis pada Rabu, dengan sebagian besar pelaku pasar bertaruh pada kenaikan 50 basis poin pada pertemuan bulan Desember. Beberapa melihat peluang 24,2 persen dari kenaikan 75 basis poin menyusul komentar terbaru dari pejabat Fed.

 

Suku bunga yang lebih tinggi merusak daya tarik emas, yang secara tradisional merupakan lindung nilai terhadap inflasi, karena meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak menghasilkan bunga.

 

"Kami mungkin akan melihat harga emas ke level terendah di USD 1.700-an. Itu adalah level support yang kemungkinan besar akan kami turunkan," kata kepala analis komoditas TD Securities, Bart Melek.

 

Harga Emas Diprediksi Naik Pekan Ini, Bisa Kembali ke USD 1.800 per Ounce

Harga emas masih belum memperlihatkan arah yang jelas pada pekan ini. Namun sebagian besar analis dan pelaku pasar melihat bahwa harga emas akan bergerak menguat tipis di pekan ini.

 

Pada pekan lalu, harga emas mampu menguat tetapi masih belum tinggi. Harga emas masih bertahan di sekitar level USD 1.750 per ounce.

 

Beberapa analis mencatat ada kecenderungan harga emas akan bullish pada pekan ini. Harga emas menuju konsolidasi yang sehat setelah mengalami kenaikan kurang lebih 11 persen dalam tiga pekan terkahir.

 

Dalam konsilidasi ini, harga emas kemungkinan besar akan didorong ke level USD 1.800 per ounce. Dengan begitu, selama November ini harga emas bisa terus membukukan kenaikan.

 

Co-director of commercial hedging Walsh Trading Sean Lusk menjelaskan, harga emas berlu berjuang lebih kuat pada minggu ini karena ia melihat Bank Sentral AS atau Federal Reserve terus memberi sinyal akan melanjutkan kenaikan suku bunga yang agresif.

 

"Pada akhirnya, inflasi tetap tinggi, sehingga Federal Reserve belum selesai menaikkan suku bunga," ujarnya dikutip dari Kitco, Senin (21/11/2022).

 

Namun, Lusk menambahkan, investor harus terus memperhatikan prospek jangka panjang. Emas dan perak akan terlihat menarik karena kenaikan suku bunga mendorong ekonomi AS ke dalam resesi.

 

"Saya melihat bisa membeli emas pada penurunan atau koreksi saat ini, tetapi tidak secara agresif, karena kita tidak tahu apa yang akan dilakukan Fed," katanya.

 

"Investor harus bertanya pada diri sendiri, dengan datangnya resesi, apakah Anda ingin memegang ekuitas atau aset safe haven seperti emas." tambah dia.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Senin, 21 November 2022

Harga Emas Diprediksi Naik Pekan Ini


 PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit Futures – Harga emas masih belum memperlihatkan arah yang jelas pada pekan ini. Namun sebagian besar analis dan pelaku pasar melihat bahwa harga emas akan bergerak menguat tipis di pekan ini.


Pada pekan lalu, harga emas mampu menguat tetapi masih belum tinggi. Harga emas masih bertahan di sekitar level USD 1.750 per ounce.


Beberapa analis mencatat ada kecenderungan harga emas akan bullish pada pekan ini. Harga emas menuju konsolidasi yang sehat setelah mengalami kenaikan kurang lebih 11 persen dalam tiga pekan terkahir. 


Dalam konsilidasi ini, harga emas kemungkinan besar akan didorong ke level USD 1.800 per ounce. Dengan begitu, selama November ini harga emas bisa terus membukukan kenaikan.


Co-director of commercial hedging Walsh Trading Sean Lusk menjelaskan, harga emas berlu berjuang lebih kuat pada minggu ini karena ia melihat Bank Sentral AS atau Federal Reserve terus memberi sinyal akan melanjutkan kenaikan suku bunga yang agresif.


"Pada akhirnya, inflasi tetap tinggi, sehingga Federal Reserve belum selesai menaikkan suku bunga," ujarnya dikutip dari Kitco, Senin (21/11/2022).


Namun, Lusk menambahkan, investor harus terus memperhatikan prospek jangka panjang. Emas dan perak akan terlihat menarik karena kenaikan suku bunga mendorong ekonomi AS ke dalam resesi.


"Saya melihat bisa membeli emas pada penurunan atau koreksi saat ini, tetapi tidak secara agresif, karena kita tidak tahu apa yang akan dilakukan Fed," katanya.


"Investor harus bertanya pada diri sendiri, dengan datangnya resesi, apakah Anda ingin memegang ekuitas atau aset safe haven seperti emas." tambah dia.


Kepala analis Blue Line Futures Phillip Streible memperkirakan harga emas akan bearish dalam waktu dekat ini.Tetapi ia memastikan akan tetap membeli emas jika harga lebih rendah.


"Saya pikir Anda hanya perlu bersabar," katanya. "Tugas The Fed belum selesai."


Streible mencatat bahwa kurva imbal hasil terbalik antara catatan dua tahun dan 10 tahun terus melebar, menandakan bahwa ekonomi AS berpotensi menuju resesi yang parah dan berkepanjangan.


Survei Kitco

Minggu ini, sebanyak 20 analis Wall Street berpartisipasi dalam Survei Emas Berita Kitco. Di antara peserta, delapan analis, atau 40 persen menyerukan kenaikan harga emas minggu ini.


Pada saat yang sama, tujuh analis, atau 35 persen, bersikap bearish terhadap harga emas dalam waktu dekat. Sedangkan lima analis, atau 25 persen, bersikap netral terhadap harga emas.


Sementara itu, 495 suara diberikan dalam jajak pendapat online di Main Street. Dari jumlah tersebut, 221 responden atau 45 persen memperkirakan emas akan naik minggu ini.


Sedangkan 177 lainnya, atau 36 persen, mengatakan harga emas akan lebih rendah. Sementara 97 pemilih, atau 20 persen, netral dalam waktu dekat. 


Prediksi Harga

Sentimen di kalangan investor ritel turun tajam dari level tertinggi dalam lima bulan pada pekan lalu. Investor ritel yang ikut dalam survei logam mulai turun pada survei kali ini.


Pergeseran sentimen muncul karena harga emas akhir pekan ini turun hampir 1 persen. Namun, harga emas masih naik lebih dari 8 persen sejak jatuh ke level terendah dua tahun pada awal November.


Emas berjangka bulan Desember terakhir diperdagangkan pada USD 1.754 per ounce.


Beberapa analis mengatakan bahwa momentum baru dalam dolar AS, didukung oleh komentar hawkish dari anggota Federal Reserve, dapat membebani harga emas minggu ini.


"Kami memperkirakan Federal Reserve akan terus meredam tanggapan berlebihan terhadap pertemuan terakhir Fed dan ini akan membebani emas," kata Adrian Day, presiden Adrian Day Asset Management.


Namun, Day juga mengatakan bahwa kebijakan moneter hawkish bank sentral yang sedang berjalan, pada akhirnya akan positif untuk emas.


Sumber

liputan6.com


lowongan, lowongan kerja, lowongan kerja bandung, loker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures


PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG


Jumat, 18 November 2022

Harga Emas Dunia Hari Ini Susut


 

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit – Harga emas hari ini turun setelah rilis data perumahan AS pada Oktober, dengan perumahan baru dan izin bangunan turun di bawah harapan.

 

Melansir laman Kitco, Jumat (18/11/2022), harga emas dunia mencapai posisi terendah harian baru setelah rilis data. Sedangkan harga emas berjangka Comex Desember terakhir dipatok USD 1.761,20, turun 0,82 persen.

 

Harga emas hari ini dipengaruhi data perumahan AS yang turun 4,2 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebanyak 1,425 juta unit pada Oktober. Data ini dikeluarkan Departemen Perdagangan.  Perkiraan konsensus sebelumnya memprediksi hanya turun menjadi 1,41 juta.

 

Sementara data perumahan AS pada September direvisi naik menjadi 1,488 juta unit. Untuk tahun ini, perumahan mulai turun 8,8 persen.

 

Pada saat yang sama, izin bangunan, yang merupakan pendahulu untuk proyek-proyek masa depan, turun 2,4 persen menjadi 1,526 juta di Oktober setelah total revisi September 1,564 juta. Untuk tahun ini, izin bangunan turun 10,1 persen dari level Oktober 2021.

 

Ekonom CIBC World Markets Katherine Judge mengatakan jika data perumahan sedikit di atas ekspektasi konsensus tetapi masih menandakan perlambatan.

 

"Penerbitan izin keluarga tunggal turun 3,6 persen, menunjukkan kelemahan lebih lanjut dalam membangun ke depan di segmen pasar itu, yang juga sejalan dengan anjloknya kepercayaan pembangun rumah dan tingkat hipotek yang meningkat," kata Hakim.

 

Harga Emas Kemarin

Harga emas terhenti di dekat puncak tiga bulan pada hari Rabu, didukung oleh dolar AS yang lebih lemah. Sementara fokus pasar bergeser dari ketegangan global ke strategi suku bunga Federal Reserve.

 

Dikutip dari CNBC, Kamis (17/11/2022), harga emas di pasar spot turun 0,16 persen pada USD 1.775,39 per ounce. Sementara emas berjangka AS sedikit lebih tinggi pada USD 1.778,9 per ounce.

 

Berita yang memicu ketegangan geopolitik memiliki dampak terbatas pada emas, Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities, mengatakan, menambahkan akan ada jeda sampai informasi baru tentang inflasi AS.

 

Logam mulia bertahan di dekat puncak yang dicapai pada hari Selasa yang merupakan yang tertinggi sejak 15 Agustus, menyusul laporan rudal yang menewaskan dua orang di Polandia dekat perbatasan dengan Ukraina.

 

Ini menyerahkan sebagian keuntungannya setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan senjata itu mungkin tidak ditembakkan dari Rusia, meredakan kekhawatiran eskalasi besar. Ini disampaikan Joe Biden usai menggelar rapat dadakan NATO di sela-sela KTT G20 Bali.

 

Ketegangan yang mendingin juga menahan selera untuk safe haven saingan emas, dolar AS, tetapi itu pada gilirannya membuat emas batangan lebih murah bagi pembeli luar negeri.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Kamis, 17 November 2022

Emas Tertahan Usai Joe Biden Gelar Rapat


 

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Bestprofit – Harga emas terhenti di dekat puncak tiga bulan pada hari Rabu, didukung oleh dolar AS yang lebih lemah. Sementara fokus pasar bergeser dari ketegangan global ke strategi suku bunga Federal Reserve.

 

Dikutip dari CNBC, Kamis (17/11/2022), harga emas di pasar spot turun 0,16 persen pada USD 1.775,39 per ounce. Sementara emas berjangka AS sedikit lebih tinggi pada USD 1.778,9 per ounce.

 

Berita yang memicu ketegangan geopolitik memiliki dampak terbatas pada emas, Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities, mengatakan, menambahkan akan ada jeda sampai informasi baru tentang inflasi AS.

 

Logam mulia bertahan di dekat puncak yang dicapai pada hari Selasa yang merupakan yang tertinggi sejak 15 Agustus, menyusul laporan rudal yang menewaskan dua orang di Polandia dekat perbatasan dengan Ukraina.

 

Ini menyerahkan sebagian keuntungannya setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan senjata itu mungkin tidak ditembakkan dari Rusia, meredakan kekhawatiran eskalasi besar. Ini disampaikan Joe Biden usai menggelar rapat dadakan NATO di sela-sela KTT G20 Bali.

 

Ketegangan yang mendingin juga menahan selera untuk safe haven saingan emas, dolar AS, tetapi itu pada gilirannya membuat emas batangan lebih murah bagi pembeli luar negeri.

 

Imbal Hasil Obligasi AS

Emas juga mendapat dorongan karena imbal hasil 10-tahun mendekati level terendah sejak 5 Oktober. Pedagang mengambil stok data yang menunjukkan penjualan ritel AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Oktober, sementara data pada hari Selasa menunjukkan peningkatan yang lebih kecil dari perkiraan pada harga produsen AS pada bulan Oktober yang telah meningkatkan harapan The Fed dapat memperlambat kenaikan suku bunga.

 

Kenaikan suku bunga mengurangi daya tarik bullion yang tidak memberikan imbal hasil.

 

"Ada kemungkinan dalam waktu dekat kami terus melihat pergerakan ini lebih tinggi akibat short-covering tetapi di luar ambang $1.850 yang mungkin akan mereda, dan kami mencari harga emas untuk melemah setelahnya," tambah Ghali.

 

Prediksi Harga Emas, Mampukah Tembus Level USD 1.800?

Emas dengan cepat menjadi aset yang harus diperhatikan saat inflasi mulai melambat dan pasar kripto melewati fase krisis. Harga emas tercatat pada pekan lalu di kisaran USD 1.681 per ounce dan terakhir diperdagangkan di USD 1.765.

 

Dilansir dari laman Kitco News, Senin (14/11/2022) ini menjadi kinerja terbaik bagi emas sejak pekan yang berakhir 24 Juli 2020, ketika harga emas naik lebih dari USD 90, dimana saat itu emas di atas USD 2.000 per ons.

 

Sementara, Comex berjangka Desember terakhir diperdagangkan mendekati level tertinggi harian di USD 1.767,60 per ounce. Hal itu disebabkan oleh perputaran perdagangan yang kuat, terjadi setelah data inflasi AS terbaru menunjukkan tekanan harga yang melambat.

 

Kemungkinan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve yang lebih fleksibel dalam beberapa bulan mendatang. Berita itu mengirim dolar AS lebih rendah, memberi ruang emas untuk reli.

 

"Harga konsumen AS naik jauh lebih rendah dari yang diharapkan pada Oktober, sehingga meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Fed, memberi tekanan pada dolar AS dan menyebabkan imbal hasil obligasi AS turun secara nyata. Akibatnya, harga emas naik menjadi USD 1.760 per troy ounce untuk mencapai level tertinggi sejak akhir Agustus,” kata analis Commerzbank Carsten Fritsch.

 

Analis telah mengincar kembalinya harga emas setelah tujuh bulan berturut-turut mengalami kerugian, penurunan beruntun terpanjang dalam lebih dari lima dekade. Dan harga emas akhirnya bergerak dengan harapan bahwa The Fed akan memperlambat segalanya, dan pembukaan kembali China.

 

"Kami mengalami penembusan pada Kamis dengan penutupan yang sangat positif, dan kami mendapatkan beberapa tindak lanjut pada Jumat. Untuk pedagang teknis, grafik ini masih sangat kuat. Tidak ada alasan bagi saya untuk mengatakan itu akan berbalik dan turun kembali. Kita harus menemukan level lebih dekat ke USD 1.775 – USD 1.800 sebelum pasar berhenti," kata ahli strategi pasar senior RJO Futures Frank Cholly mengatakan kepada Kitco News.

 

Reli harga emas juga bertepatan dengan aksi jual besar-besaran kripto, yang melihat pertukaran mata uang kripto. Hal ini memiliki risiko penularan tingkat tinggi yang akan terus berdampak pada aset kripto dan pasar yang lebih luas secara umum.

 

Volatilitas kripto memiliki jangkauan yang jauh lebih luas kali ini, itulah sebabnya emas lebih diuntungkan daripada di bulan-bulan awal musim dingin kripto ini.

 

"Keadaan di kripto dibandingkan dengan bulan-bulan musim panas telah berubah. Investor lebih khawatir daripada awal tahun ini. Dan peningkatan jumlah modal di pasar kripto cukup besar, dan emas memiliki peran tradisional itu - dipercaya dan dianggap sebagai tempat perlindungan tradisional,” kata pakar logam mulia Gainesville Coins Everett Millman.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Rabu, 16 November 2022

Harga Emas Dunia Nyaris Tembus Level Termahal


 

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, Best Profit – Harga emas naik mendekati level tertinggi dalam tiga bulan pada perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta) karena beberapa pembelian terhadap logam mulia ini, setelah berita bahwa dua orang tewas di Polandia timur dekat perbatasan Ukraina.

 

Kematian itu terjadi dalam ledakan, di mana seorang pejabat intelijen senior AS menyatakan rudal Rusia telah menyeberang ke Polandia.

 

Dikutip dari CNBC, Rabu (16/11/2022), harga emas dunia di pasar spot naik 0,38 persen menjadi USD 1.778,48 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS berubah menjadi USD 1.776,8.

 

“Ini hampir pasti kesalahan dan akan digambarkan seperti itu tetapi Polandia adalah negara NATO, jadi sementara emas mungkin tidak meledak lebih tinggi, itu akan membuat pasar sedikit gugup,” kata Tai Wong, Pedagang Senior Heraeus Precious Metals, New York.

 

Harga emas telah berubah negatif dan tergelincir dari level tertinggi sejak 15 Agustus yang dicapai di awal sesi perdagangan karena indeks dolar berbalik lebih tinggi dari level terendah tiga bulannya.

 

Analis Pasar City Index, Fawad Razaqzada mengatakan, jika emas berhasil ditutup di atas area USD 1.780 hingga USD 1.800, maka itu akan menjadi perkembangan bullish lainnya, mendorong lebih banyak bulls untuk mundur.

 

Data sebelumnya menunjukkan harga produsen AS meningkat kurang dari yang diharapkan pada bulan Oktober, bukti lebih lanjut bahwa inflasi mulai mereda.

 

“Data inflasi yang mendingin adalah kabar baik untuk emas, tetapi tampaknya kita memiliki penghalang harga yang kuat di level USD 1.800,” kata Edward Moya, analis senior OANDA.

 

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic pada hari Selasa mengatakan dia melihat sedikit bukti bahwa pengetatan kebijakan moneter yang agresif memperlambat inflasi, mengantisipasi bahwa lebih banyak kenaikan akan diperlukan untuk menurunkan inflasi ke target The Fed 2 persen.

 

Harga Emas Mampu Bertahan di Tengah Tekanan Penguatan Dolar AS

Kemarin, harga emas stabil pada penutupan perdagangan Senin. Harga emas hari ini mampu bertahan di tengah kenaikan nilai tukar dolar AS menyusul tanda-tanda bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) tidak akan melunakkan kebijakan untuk melawan inflasi.

 

Mengutip CNBC, Selasa (15/11/2022), harga emas di pasar spot naik 0,05 persen menjadi USD 1.771,82 per ounce pada pukul 16.00 ET, setelah jatuh 1 persen pada perdagangan sebelumnya. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,34 persen ke level USD 1.775,2 per ounce.

 

Kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia dan penguatan imbal hasil obligasi AS membebani emas. Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff mengatakan bahwa bargain hunting karena penurunan harga emas yang sudah cukup dalam mampu menahan tekanan terhadap harga emas.

 

Wyckoff melanjutkan, ada kemungkinan harga emas akan bergerak menguat dalam waktu dekat ini karena memang penurunan harga emas sudah cukup dalam sejak Bank Sentral AS memutuskan untuk mengendalikan inflasi secara agresif.

 

Indeks dolar AS naik 0,4 persen, sementara imbal hasil Treasury berjangka waktu 10 tahun juga naik, membuat harga emas lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri.

 

"Emas tampaknya memiliki resistensi yang kuat dengan level USD 1.800, dengan dukungan yang layak di wilayah USD 1.750," jelas analis senior OANDA Edward Moya dalam sebuah catatan.

 

Pada perdagangan pekan lalu, harga emas melaporkan kenaikan mingguan terbaiknya sejak Maret 2020. Kenaikan ini terjadi di tengah harapan kenaikan suku bunga yang lebih lambat setelah data menunjukkan penurunan tekanan harga di AS.

 

Wakil Ketua the Fed Lael Brainard pada hari Senin bergabung dengan Gubernur Christopher Waller mengatakan bahwa Fed siap mulai mengurangi kebijakan kenaikan suku bunga agresif.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Selasa, 15 November 2022

Harga Emas Mampu Bertahan di Tengah Tekanan


 

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit Futures – Harga emas stabil pada penutupan perdagangan Senin. Harga emas hari ini mampu bertahan di tengah kenaikan nilai tukar dolar AS menyusul tanda-tanda bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) tidak akan melunakkan kebijakan untuk melawan inflasi.

 

Mengutip CNBC, Selasa (15/11/2022), harga emas di pasar spot naik 0,05 persen menjadi USD 1.771,82 per ounce pada pukul 16.00 ET, setelah jatuh 1 persen pada perdagangan sebelumnya. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,34 persen ke level USD 1.775,2 per ounce.

 

Kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia dan penguatan imbal hasil obligasi AS membebani emas. Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff mengatakan bahwa bargain hunting karena penurunan harga emas yang sudah cukup dalam mampu menahan tekanan terhadap harga emas.

 

Wyckoff melanjutkan, ada kemungkinan harga emas akan bergerak menguat dalam waktu dekat ini karena memang penurunan harga emas sudah cukup dalam sejak Bank Sentral AS memutuskan untuk mengendalikan inflasi secara agresif.

 

Indeks dolar AS naik 0,4 persen, sementara imbal hasil Treasury berjangka waktu 10 tahun juga naik, membuat harga emas lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri.

 

"Emas tampaknya memiliki resistensi yang kuat dengan level USD 1.800, dengan dukungan yang layak di wilayah USD 1.750," jelas analis senior OANDA Edward Moya dalam sebuah catatan.

 

Pada perdagangan pekan lalu, harga emas melaporkan kenaikan mingguan terbaiknya sejak Maret 2020. Kenaikan ini terjadi di tengah harapan kenaikan suku bunga yang lebih lambat setelah data menunjukkan penurunan tekanan harga di AS.

 

Wakil Ketua the Fed Lael Brainard pada hari Senin bergabung dengan Gubernur Christopher Waller mengatakan bahwa Fed siap mulai mengurangi kebijakan kenaikan suku bunga agresif.

 

Prediksi Harga Emas, Mampukah Tembus Level USD 1.800?

Emas dengan cepat menjadi aset yang harus diperhatikan saat inflasi mulai melambat dan pasar kripto melewati fase krisis. Harga emas tercatat pada pekan lalu di kisaran USD 1.681 per ounce dan terakhir diperdagangkan di USD 1.765.

 

Dilansir dari laman Kitco News, Senin (14/11/2022) ini menjadi kinerja terbaik bagi emas sejak pekan yang berakhir 24 Juli 2020, ketika harga emas naik lebih dari USD 90, dimana saat itu emas di atas USD 2.000 per ons.

 

Sementara, Comex berjangka Desember terakhir diperdagangkan mendekati level tertinggi harian di USD 1.767,60 per ounce. Hal itu disebabkan oleh perputaran perdagangan yang kuat, terjadi setelah data inflasi AS terbaru menunjukkan tekanan harga yang melambat.

 

Kemungkinan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve yang lebih fleksibel dalam beberapa bulan mendatang. Berita itu mengirim dolar AS lebih rendah, memberi ruang emas untuk reli.

 

"Harga konsumen AS naik jauh lebih rendah dari yang diharapkan pada Oktober, sehingga meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Fed, memberi tekanan pada dolar AS dan menyebabkan imbal hasil obligasi AS turun secara nyata. Akibatnya, harga emas naik menjadi USD 1.760 per troy ounce untuk mencapai level tertinggi sejak akhir Agustus,” kata analis Commerzbank Carsten Fritsch.

 

Analis telah mengincar kembalinya harga emas setelah tujuh bulan berturut-turut mengalami kerugian, penurunan beruntun terpanjang dalam lebih dari lima dekade. Dan harga emas akhirnya bergerak dengan harapan bahwa The Fed akan memperlambat segalanya, dan pembukaan kembali China.

 

"Kami mengalami penembusan pada Kamis dengan penutupan yang sangat positif, dan kami mendapatkan beberapa tindak lanjut pada Jumat. Untuk pedagang teknis, grafik ini masih sangat kuat. Tidak ada alasan bagi saya untuk mengatakan itu akan berbalik dan turun kembali. Kita harus menemukan level lebih dekat ke USD 1.775 – USD 1.800 sebelum pasar berhenti," kata ahli strategi pasar senior RJO Futures Frank Cholly mengatakan kepada Kitco News.

 

Reli harga emas juga bertepatan dengan aksi jual besar-besaran kripto, yang melihat pertukaran mata uang kripto. Hal ini memiliki risiko penularan tingkat tinggi yang akan terus berdampak pada aset kripto dan pasar yang lebih luas secara umum.

 

Volatilitas kripto memiliki jangkauan yang jauh lebih luas kali ini, itulah sebabnya emas lebih diuntungkan daripada di bulan-bulan awal musim dingin kripto ini.

 

"Keadaan di kripto dibandingkan dengan bulan-bulan musim panas telah berubah. Investor lebih khawatir daripada awal tahun ini. Dan peningkatan jumlah modal di pasar kripto cukup besar, dan emas memiliki peran tradisional itu - dipercaya dan dianggap sebagai tempat perlindungan tradisional,” kata pakar logam mulia Gainesville Coins Everett Millman.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Senin, 14 November 2022

Mampukah Emas Tembus Level USD 1.800?


 

PT BEST PROFIT FUTURES BANDUNG, PT Bestprofit – Emas dengan cepat menjadi aset yang harus diperhatikan saat inflasi mulai melambat dan pasar kripto melewati fase krisis. Harga emas tercatat pada pekan lalu di kisaran USD 1.681 per ounce dan terakhir diperdagangkan di USD 1.765.

 

Dilansir dari laman Kitco News, Senin (14/11/2022) ini menjadi kinerja terbaik bagi emas sejak pekan yang berakhir 24 Juli 2020, ketika harga emas naik lebih dari USD 90, dimana saat itu emas di atas USD 2.000 per ons.

 

Sementara, Comex berjangka Desember terakhir diperdagangkan mendekati level tertinggi harian di USD 1.767,60 per ounce. Hal itu disebabkan oleh perputaran perdagangan yang kuat, terjadi setelah data inflasi AS terbaru menunjukkan tekanan harga yang melambat.

 

Kemungkinan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve yang lebih fleksibel dalam beberapa bulan mendatang. Berita itu mengirim dolar AS lebih rendah, memberi ruang emas untuk reli.

 

"Harga konsumen AS naik jauh lebih rendah dari yang diharapkan pada Oktober, sehingga meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Fed, memberi tekanan pada dolar AS dan menyebabkan imbal hasil obligasi AS turun secara nyata. Akibatnya, harga emas naik menjadi USD 1.760 per troy ounce untuk mencapai level tertinggi sejak akhir Agustus,” kata analis Commerzbank Carsten Fritsch.

 

Analis telah mengincar kembalinya harga emas setelah tujuh bulan berturut-turut mengalami kerugian, penurunan beruntun terpanjang dalam lebih dari lima dekade. Dan harga emas akhirnya bergerak dengan harapan bahwa The Fed akan memperlambat segalanya, dan pembukaan kembali China.

 

"Kami mengalami penembusan pada Kamis dengan penutupan yang sangat positif, dan kami mendapatkan beberapa tindak lanjut pada Jumat. Untuk pedagang teknis, grafik ini masih sangat kuat. Tidak ada alasan bagi saya untuk mengatakan itu akan berbalik dan turun kembali. Kita harus menemukan level lebih dekat ke USD 1.775 – USD 1.800 sebelum pasar berhenti," kata ahli strategi pasar senior RJO Futures Frank Cholly mengatakan kepada Kitco News.

 

Reli harga emas juga bertepatan dengan aksi jual besar-besaran kripto, yang melihat pertukaran mata uang kripto. Hal ini memiliki risiko penularan tingkat tinggi yang akan terus berdampak pada aset kripto dan pasar yang lebih luas secara umum.

 

Volatilitas kripto memiliki jangkauan yang jauh lebih luas kali ini, itulah sebabnya emas lebih diuntungkan daripada di bulan-bulan awal musim dingin kripto ini.

 

"Keadaan di kripto dibandingkan dengan bulan-bulan musim panas telah berubah. Investor lebih khawatir daripada awal tahun ini. Dan peningkatan jumlah modal di pasar kripto cukup besar, dan emas memiliki peran tradisional itu - dipercaya dan dianggap sebagai tempat perlindungan tradisional,” kata pakar logam mulia Gainesville Coins Everett Millman.

 

Bisakah Emas Menembus USD 1.800?

Meskipun kenaikan signifikan sudah diperlihatkan emas, analis melihat ruang bagi logam mulia untuk bergerak lebih tinggi. Cholly memprediksi harga emas bisa dikisaran USD 1.830 per ounce pada pekan ini.

 

"Masih ada momentum di sini. Kita bisa melihat pasar kembali ke USD 1.830 sebelum emas mengalami resistensi yang lebih berat. kecuali Fed keluar dan mencoba untuk berdiksusi sedikit," kata Cholly.

 

Namun untuk kenaikan harga emas, semuanya bermuara pada seberapa cepat poros Fed terjadi. Tetapi analis mengatakan terlalu dini bagi bank sentral AS untuk mulai mundur, itulah sebabnya mengapa logam mulia harus bersabar sedikit lebih lama sebelum melihat sentimen pasar bullish baru.

 

"Saya tidak yakin bahwa kita akan melihat emas naik menjadi USD 1.900 hanya berdasarkan sinyal Fed yang lebih dovish dan jatuhnya pasar crypto. Kami mungkin akan mengembalikan sebagian dari kenaikan ini, tetapi selama kami bertahan di atas USD 1.700, kami dapat melihat momentum berjalan,” kata Millman.

 

The Fed

Sementara, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa terlalu dini untuk mengubah kebijakan dan bahwa suku bunga bisa naik lebih tinggi dari yang diharapkan.

 

"Inflasi melambat, sehingga The Fed melihat hasil yang diharapkan. Dan mungkin masuk akal untuk sedikit melambat. Tapi The Fed lebih suka melakukan kesalahan dengan melakukan kenaikan suku bunga secara berlebihan daripada berhenti terlalu cepat. Saya tidak akan terkejut mendapatkan semacam komentar Fed segera,” kata Cholly.

 

Kendati begitu, ahli strategi makro senior Bloomberg Intelligence Mike McGlone mengatakan dalam jangka panjang, emas akan berusaha untuk mendapatkan kembali pegangannya di atas USD 1.700 per ounce dan mengungguli sebagian besar komoditas tahun depan.

 

Sumber

liputan6.com

 

lowonganlowongan kerjalowongan kerja bandungloker bandung

best profit, bestprofit, pt bestprofit, pt best profit, best, pt best, bpf

pt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures

 

PT BESTPROFIT FUTURES BANDUNG

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...